KEDUDUKAN DAN PEMILIHAN METODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN
A. Pendahuluan
Beberapa hal yang mendasar dalam
proses belajar mengajar salah satunya adalah sebuah metode pembelajaran yang
digunakan oleh seorang pendidik. Dimana ketepatan dalam menyampaikan materi
pembelajaran dengan metode pembelajaran yang benar akan mempermudah dan
mempercepat proses penyampain ilmu kepada anak didik. maka sebagai pengajar
perlunya kita memeperhatikan metode belajar yang kita gunakan dalam
pembelajaran apakah sesuai dengan standar kompetensi saat ini. Jangan lupa
membuat rpp atau rencana pelaksanaan pembelajaran guna mensukseskan
pembelajaran di negeri kita.
Macam metode belajar atau Metodologi
mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang
tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik
untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses
belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
B.
Kedudukan Metode Dalam Proses Belajar
Mengajar
Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah
bagaimana memahami kedudukan metode
sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Di dalam kegiatan belajar mengajar, seorang
guru tentu mempunyai cara atau metode
dalam kegiatan tersebut. Karena tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode pengajaran[1]
Adapun kedudukan metode dalam belajar mengajar
yaitu :
1. Sebagai alat motivasi ekstrinsik, maksudnya metode berfungsi sebagai
alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang.
Penggunaan metode yang tepat dan bervariasi akan dapat dijadikan sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan
belajar mengajar di sekolah.
2. Sebagai strategi pengajaran, maksudnya metode berfungsi sebagai strategi pengajaran agar anak didik
dapat belajar secara efektif sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
Perbedaan daya serap anak didik terhadap pelajaran memerlukan strategi pengajaran yang tepat. Metode
adalah salah satu solusinya. Menurut Roestiyah N.K., guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar
secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Dan salah satu
langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik
penyajian atau biasa disebut metode mengajar. [2]
3. Sebagai alat untuk mencapai tujuan, maksudnya metode merupakan salah
satu komponen yang diperlukan
untuk mencapai tujuan atau
dengan kata lain metode merupakan pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. [3] Tujuan adalah pedoman yang memberi arah ke
mana kegiatan belajar mengajar
akan dibawa. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan
pernah tercapai selama komponen-komponen
lainnya tidak digunakan.
C.
Pemilihan Metode
Pembelajaran
Metode mengajar yang diterapkan guru dalam setiap
kali pertemuan kelas bukanlah asal pakai, tetapi setelah melalui seleksi
kesesuaian dengan perumusan intruksional khusus. Pemakaian metode yang satu digunakan untuk mencapai tujuan yang
satu, sementara penggunaan metode
yang lain juga digunakan untuk mencapai tujuan yang lain. Begitulah adanya
kesesuaian dengan kehendak tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
Pemilihan dan penentuan metode dapat dilihat dari beberapa sudut
pandang diantaranya :
1. Nilai strategi metode, maksudnya metode merupakan suatu cara yang mempunyai nilai
strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategisnya adalah dapat
mempengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar.
2. Efektifitas penggunaan metode, maksudnya penggunaan metode dapat terjadi
bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah
diprogramkan dalam suatu pelajaran sebagai persiapan tertulis. Penggunaan
metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam
mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
3. Pentingnya pemilihan dan penentuan metode, maksudnya salah satu kegiatan yang
harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan penentuan metode untuk
mencapai tujuan pengajaran. Misalnya tujuan pengajaran adalah agar anak didik
dapat menuliskan sebagian dari ayat-ayat dalam surat Al Fatihah, maka guru
tidak tepat apabila menggunakan metode diskusi, tetapi yang tepat adalah metode
latihan.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode, maksudnya adalah pemilihan dan
penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
a. Anak didik,
Perbedaan individual pada aspek
biologis, intelektual dan psikologis anak didik mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang mana yang
sebaiknya guru ambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam
waktu yang relatif lama demi tercapainya tujuan pengajaran yang telah
dirumuskan secara operasional. Dengan demikian, kematangan anak didik yang
bervariasi mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pengajaran.
b. Tujuan,
Tujuan adalah sasaran yang dituju
dari setiap kegiatan belajar mengajar. Tujuan pembelajaran yang dkenal ada dua
yaitu tujuan SK dan tujuan KD. Metode
harus tunduk pada tujuan dan bukan sebaliknya. Karena kemampuan yang bagaimana
yang dikehendaki oleh tujuan, maka metode harus mendukung sepenuhnya.
c. Situasi,
Situasi kegiatan belajar mengajar
yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari ke hari. Contoh, pada suatu
waktu guru boleh jadi ingin menciptakan situasi belajar mengajar di alam terbuka,
yaitu di luar sekolah. Maka dalam hal ini guru tentu memilih metode mengajar yang sesuai dengan
situasi yang dia ciptakan itu. Demikianlah, situasi yang diciptakan guru
mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.
d. Fasilitas,
Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang
belajar anak didik di sekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metode belajar. Dan keampuhan suatu metode mengajar akan terlihat jika
faktor lain mendukungnya.
e. Guru (kepribadian, latarbelakang
pendidikan, pengalaman mengajar).
Kepribadian,
latarbelakang pendidikan dan pengalaman mengajar adalah permasalahan intern
guru yang dapat mempengaruhi pikiran dan penentuan metode mengajar. [4]
D.
Macam-macam Metode Mengajar
Macam-macam metode mengajar diantaranya :
1. Metode proyek/ unit yaitu cara penyajian pelajaran yang
bertitik tolak dari suatu masalah kemudian dibahas dari berbagai segi yang
berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
Kelebihannya proyek/ unit sebagai berikut
:
a. dapat memperluas pemikiran siswa,
b. dapat membina siswa dengan kebiasaan
menerapkan pengetahuan,
c. sikap dan ketrampilan dalam
kehidupan secara terpadu.
Kekurangannya proyek/ unit sebagai berikut
:
a.
kurikulum
di Indonesia belum menunjang metode ini,
b.
sulit
dicari pemilihan topik yang sesuai dengan siswa,
c.
fasilitas
yang cukup dan sumber-sumber belajar yang diperlukan;
d.
bahan
pelajaran menjadi keluar sehingga mengaburkan pokok unit yang dibahas.
2. Metode eksperimen/ percobaan yaitu cara
penyajian pelajaran dengan melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari. Sehingga anak didik dapat mencari suatu hukum
atau dalil dan menarik kesimpulan atau proses yang dialaminya itu.
Kelebihannya
eksperimen/ percobaan
sebagai berikut :
a. membuat siswa lebih percaya atas
kebenaran/ kesimpulan berdasarkan percobaannya,
b. dapat membina siswa untuk membuat
terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat
bagi kehidupan manusia.
Kekurangannya eksperimen/ percobaan sebagai berikut :
a. metode ini lebih sesuai dengan
bidang-bidang sains dan teknologi,
b. memerlukan biaya yang mahal dan
berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh,
c. menuntut ketelitian, keuletan dan
ketabahan,
d. setiap percobaan tidak selalu
memberikan hasil yang diharapkan.
3. Metode tugas dan resitasi yaitu metode penyajian bahan dimana
guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar, contoh
tugas meneliti, tugas menyusun laporan, tugas motorik, tugas di laboratorium.
Adapun langkah-langkah dalam memberikan resitasi :
a. Fase pemberian tugas yang terdiri dari :
mempertimbangkan tujuan, jenis tugas jelas, tepat dan dimengerti; sesuai dengan
kemampuan siswa, ada petunjuk/ sumber yang dapat membantu, sediakan waktu.
b. Fase langkah pelaksanaan tugas yang terdiri dari : diberikan
bimbingan oleh guru, diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja, diusahakan
sendiri oleh siswa, tidak menyuruh orang lain, dianjurkan agar siswa mencatat
hasil-hasil yang ia peroleh.
c. Fase mempertanggungjawabkan tugas yang terdiri dari : laporan siswa
baik lisan/ tertulis terhadap apa yang telah ia kerjakan, ada tanya jawab/
diskusi di kelas, penilaian hasil pekerjaan siswa baik tes/ non tes.
Adapun
metode resitasi/ pemberian tugas ini mempunyai kelebihan dan kekurangan juga.
Kelebihannya metode resitasi/ pemberian tugas
sebagai berikut :
a.
merangsang
siswa aktif belajar baik individu/ kelompok,
b.
dapat
mengembangkan kemandirian siswa,
c.
dapat
membina tanggung jawab dan disiplin siswa,
d.
dapat
mengembangkan kreatifitas siswa.
Kekurangannya
metode resitasi/ pemberian tugas sebagai berikut :
a.
siswa
sulit dikontrol apakah ia sendiri yang mengerjakan tugas ataukah orang lain,
b.
untuk
tugas kelompok, yang aktif mengerjakan adalah anggota tertentu,
c.
yang
tidak ikut mengerjakan tidak aktif,
d.
tidak
mudah memberi tugas yang sesuai dengan perbedaan individu,
e.
sering
memberi tugas yang monoton yang dapat menimbulkan kebosanan.
4.
Metode diskusi ( Discussion method )
Metode Pembelajaran Muhibbin Syah (
2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat
erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim
juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (
socialized recitation ). Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar
mengajar untuk :
a.
Mendorong siswa berpikir kritis.
b.
Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c.
Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama.
d.
Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk
memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan
metode diskusi sebagai berikut :
a.
Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b.
Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan
pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c.
Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda
dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah,
2000)
Kelemahan
metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak
dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta
diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat
dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d.
Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri
Djamarah, 2000)
5. Metode sosiodrama/ role paying yaitu mendramatisasikan tingkah
laku dalam hubungannya dengan masalah
sosial.
Tujuan yang diharapkan adalah : agar siswa dapat menghayati dan
menghargai perasaan orang lain, dapat belajar membagi tanggung jawab, dapat
mengambil keputusan secara spontan, merangsang kelas untuk berfikir dan
memecahkan masalah.
Adapun petunjuk metode sosiodrama
adalah : tetapkan dahulu masalah, ceritakan isi
masalah, tetapkan siswa yang bersedia memainkan peran, jelaskan pada pendengar
mengenai peranan mereka dalam sosiodrama, beri kesempatan pada pelaku untuk
berunding sebelum main, akhiri sosiodrama pada situasi tegang, akhiri
sosiodrama dengan diskusi kelas untuk memecahkan masalah, menilai sosiodrama.
Kelebihannya sosiodrama/ role paying:
a.
melatih
siswa menajamkan ingatan,
b.
melatih
siswa berinisiatif dan berkreatif,
c.
memupuk
bakat siswa,
d.
membina
kerjasama antar pemain,
e.
membiasakan
menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesama,
f.
membina
bahasa lisan siswa menjadi bahasa yang baik dan mudah dipahami orang lain.
Kekurangannya sosiodrama/ role paying:
a.
yang
tidak ikut bermain kurang kreatif,
b.
banyak
memakan waktu baik persiapan/ pelaksanaan,
c.
memerlukan
tempat yang cukup luas,
d.
sering
mengganggu kelas yang lain dengan suara para pemain/ penonton yang kadang
bertepuk tangan.
6. Metode demontrasi ( Demonstration
method ) adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,
aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun
melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau
materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).
Metode
demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses
atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful
Bahri Djamarah, ( 2000). Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi
adalah :
a. Perhatian
siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses
belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c.
Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa
(Daradjat, 1985)
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas
jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b.
Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c.
Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui
pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful
Bahri Djamarah, 2000).
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan
jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak
semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh
guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah,
2000).
7. Metode problem solving yaitu metode pemecahan masalah atau
metode berfikir yang menggunakan metode-metode lainnya dari mencari data sampai
menarik kesimpulan.
Adapun langkah-langkahnya adalah : adanya masalah yang jelas, mencari
data/ keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, menetapkan
jawaban sementara dari masalah tersebut, menguji kebenaran jawaban sementara
tersebut, menarik kesimpulan.
Kelebihannya problem solving:
a.
metode
ini dapat membuat pendidikan di sekolah lebih relevan dengan kehidupan,
b.
dapat
membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil,
c.
merangsang
pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh.
Kekurangannya problem solving:
a.
sulitnya
menentukan masalah yang sesuai dengan taraf berfikir siswa,
b.
sering
memerlukan banyak waktu,
c.
memerlukan
berbagai sumber belajar yang merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.
8. Metode karyawisata yaitu cara mengajar yang
dilaksanakan di tempat (obyek) tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/
menyelidiki sesuatu.
Kelebihannya metode karyawisata :
a. memiliki prinsip pengajaran modern
yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran di sekolah,
b. membuat apa yang dipelajari lebih
relevan dengan kenyataan,
c. dapat merangsang kreatifitas siswa,
d. informasi lebih luas dan aktual.
Kekurangannya metode karyawisata:
a.
kesulitan
penyediaan fasilitas dan biaya bagi siswa dan sekolah,
b.
sangat
memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang,
c.
perlu
koordinasi dengan guru lain supaya tidak tumpang tindih,
d.
sering
unsur rekreasi menjadi lebih prioritas dari pada tujuan utama,
e.
sulit
mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan pada studi.
9. Metode tanya jawab yaitu cara penyajian pelajaran
dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru kepada siswa atau
sebaliknya.
Kelebihannya Metode tanya jawab:
a.
pertanyaan
dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa,
b.
merangsang
siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikiran (ingatan),
c.
mengembangkan
keberanian dan ketrampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Kekurangannya Metode tanya jawab:
a.
siswa
merasa takut,
b.
lebih-lebih
kurang motivasi dari guru,
c.
tidak
mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan taraf fikiran siswa,
d.
waktu
banyak terbuang jika tidak dapat menjawab,
e.
tidak
cukup waktu jika jumlah murid banyak.
10. Metode latihan/ training yaitu suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan
kebiasaan-kebiasaan tertentu/ memelihara kebiasaan yang baik dan untuk
memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan ketrampilan.
Kelebihannya
Metode latihan/ training
:
a.
untuk
memperoleh kecakapan motoris seperti menulis,
b.
melafalkan
huruf, kata-kata/ kalimat,
c.
membuat
alat-alat/ menggunakan alat-alat,
d.
untuk
memperoleh kecakapan mental,
e.
misal
perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda, simbol, untuk memperoleh
kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat/ menghubungkan,
f.
pembentukan
kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan,
g.
pemanfaatan
kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi,
h.
pembentukan
kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks dan rumit menjadi
lebih otomatis.
Kekurangannya Metode latihan/ training:
a.
menghambat
bakat dan inisiatif siswa karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian
dan diarahkan jauh dari pengertian,
b.
menimbulkan
penyesuaian secara statis kepada lingkungan,
c.
kadang-kadang
latihan yang berulang-ulang menjadi membosankan,
d.
membuat
kebiasaan yang kaku,
e.
dapat
menimbulkan verbalisme.
11. Metode ceramah (Preaching Method) yaitu sebuah
metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan
kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah,
(2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling
ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi
kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan
paham siswa.
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru
mudah menguasai kelas.
b. Guru
mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat
diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah
dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa
kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat
siswa pasif
b.
Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c.
Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak
didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang
lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar
mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f.
Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila
terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
E.
Praktek Penggunaan Metode Mengajar
Praktek Penggunaan Metode Mengajar
dapat dilakukan dengan cara :
1. Ceramah, tanya jawab, tugas,
adalah
metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah
gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan macam
metode ceramah plus yaitu :
Metode
ceramah tanya jawab dan tugas (CTT). Metode ini adalah metode mengajar gabungan
antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. Metode campuran ini
idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1).
Penyampaian materi oleh guru.
2).
Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3).
Pemberian tugas kepada siswa.
2.
Ceramah, diskusi, tugas,
(CDT) Metode ini dilakukan secara
tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan
materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
2. Ceramah, demonstrasi, eksperimen,
(CDE)
Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi
pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)
F.
Penutup
Dari pembahasan Kedudukan,
Pemilihan Dan Penentuan Metode Dalam Pengajaran dapat kami simpulkan
sebagai berikut :
1. Kedudukan
Metode Dalam Belajar Mengajar yaitu
: sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran,
sebagai alat untuk mencapai tujuan.
2. Pemilihan
Dan Penentuan Metode dapat
dilihat dari beberapa sudut pandang diantaranya : nilai strategi metode,
efektifitas penggunaan metode, pentingnya pemilihan dan penentuan metode,
faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode.
3. Macam-macam Metode Mengajar diantaranya : metode proyek/ unit
metode eksperimen/ percobaan, metode tugas dan resitasi, metode
diskusi metode sosiodrama/ role paying, metode demonstrasi, metode
problem solving , metode karyawisata , metode tanya jawab, metode
latihan/ training, metode ceramah.
4. Praktek
Penggunaan Metode Mengajar dapat
dilakukan dengan cara : ceramah, tanya jawab, tugas; ceramah, diskusi,
tugas; ceramah, demonstrasi, eksperimen; ceramah, sosiodrama, diskusi; ceramah,
problem solving, tugas; ceramah, demonstrasi, latihan.
Daftar Pustaka
Jamarah, Syaiful Bahri
dan Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2002.
N.K.,
Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991.
Surakhmad, Winarno. Pengantar Interaksi Mengajar, Belajar Dasar Dan Karakteristik Metodologi
Pengajaran. Bandung: Tarsito, 1990.
[1] Syaiful Bahri
Jamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2002), 83.
[2] Roestiyah N.K., Strategi Belajar Mengajar
(Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991 ), 1.
[3] Jamarah dan Zain, Strategi
..., 84.
[4] Winarno
Surakhmad, Pengantar Interaksi Mengajar,
Belajar Dasar Dan Karakteristik Metodologi Pengajaran (Bandung:
Tarsito, 1990), 90.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar