PERENCANAAN PEMBELAJAARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A. Pendahuluan
Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda
jasa. Tidak ada penghargaan khusus untuk dirinya. Kebanggaannya adalah melihat
anak didik nya sukses. Tujuannya sangat mulia yaitu mendidik dan mencetak
generasi penerus bangsa yang akan membangun bangsa ini di masa yang akan datang
dan ingin mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Tugas seorang guru adalah mendidik,
mengajar, membimbing, dan mengarahkan. Untuk menjalankan tugasnya perlu ada
pedoman seperangkat tata aturan yang dapat membimbingnya dalam setiap tindak
tanduk dan langkah dalam bersikap. Dengan kode etik guru dapat menempatkan
dirinya dimanapun dan tahu bagaimana harus bersikap. Kode etik juga bisa
menjadikan guru sadar akan tugas dan amanah yang diembannya tidak hanya
mengajar tapi juga mendidik.
Dalam era globalisasi, persaingan ketat diterapkan
di dunia ini dalam berbagai bidang. Termasuk diantaranya bidang pendidikan.
Kemajuan-kemajuan dalam bidang pendidikan diraih oleh siapa yang mampu melepaskan
ketertinggalan yang melilit dirinya dan mampu beradaptasi dengan perkembangan
jaman. Seiring sejalan dengan perputaran waktu dan juga perkembangan teknologi
dan informasi, guru dituntut untuk mampu mengejarnya, karena ia berperan sangat
besar dalam menopang sendi-sendi pendidikan.
Namun masih banyak problem atau permasalahan yang
dihadapi seorang guru ketika dihadapkan pada suatu keadaan dimana perencanaan pembelajaran yang ia terapkan pada murid,
belum maksimal apalagi membuahkan hasil yang optimal sesuai yang diharapkan.
B. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
1. Pengertian
Perencanaan Pembelajaran
1). Menurut Lembaga Administrasi Negara :
a. Perencanaan
dalam arti luas : suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan
yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
b. Perencanaan :
proses penentuan tujuan, penentuan kegiatan dan penentuan aparat pelaksana
kegiatan untuk mencapai tujuan.
c. Perencanaan :
usaha yang diorganisasikan dengan dasar perhitungan untuk memajukan
perkembangan tertentu.
2). Menurut Comb dalam Harjanto :
Perencanaan Pembelajaran dalam arti yang luas adalah
suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan
pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai
dengan tuntutan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakat.
3). Menurut Abdul Majid :
Dalam konteks pembelajaran, perencanaan
dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran,
penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran dan penilaian dalam suatu alokasi
waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.
Dari pengertian-pengertian diatas maka yang di maksud dengan
Perencanaan Pembelajaran adalah suatu proses yang sistematis dilakukan
oleh guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk
memiliki pengalaman belajar serta mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan dengan langkah-langkah penyusunan materi pelajaran, penggunaan media
pembelajaran, penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran dan penilaian dalam
suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu.
2. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
PAI
Sebelum membahas lebih lanjut tentang apa itu perencanaan pembelajaran
Pendidikan Agama Islam, terlebih dahulu perlu kita uraikan masing-masing
pengertian tersebut, yaitu kata "perencanaan" dan "pembelajaran".
Istilah perencanaan sering juga disampaikan arti dengan kata persiapan.
Sedangkan persiapan bisa pula disebut sebagai "Rencana Kerja". Suatu
rencana kerja biasanya dapat berupa rencana tertulis maupun tidak tertulis.
Suatu rencana kerja yang tertulis dan resmi biasanya
digunakan untuk menjalankan suatu pekerjaan, baik kerja perusahaan, pendidikan,
sosial dan sejenisnya. Dalam bahasa Inggris kata "Perencanaan"
identik dengan istilah planning, yang merupakan penentuan terlebih dahulu apa
yang akan dikerjakan. Penentuan ini juga merencanakan tindakan secara efektif,
dan tindakan secara efisien, serta mempersiapan input dan output.
Dalam kitab Idarah karya As-Sayyid Mahmud Hawari,
menyebutkan defenisi perencanaan adalah persiapan untuk mengelola usaha,
menyediakan segala sesuatu yang berguna untuk jalannnya bahan baku, alat-alat,
modal dan tenaga.
Prayudi Atmosudirjo mengemukakan rumusan perencanaan sebagai
penentuan perumusan segala apa yang dituntut oleh situasi dan kondisi pada
badan usaha atau unitorganisasi yang kita pimpin. Sedang Louis Allen, mengemukakan
pengertiannya perencanaan sebagai penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai
sesuatu hasil yang diinginkan (planning is the determination of a course of
action to achieve a desired result).
Dr, Muhammad Abdul Mu’in Khumais dari Kementrian Agama Islam
Mesir, memberikan rumusan perencanaan sebagai penentuan bentuk pekerjaan yang
akan dikerjakan dengan mengatur segala persiapan untuk menghadapi segala bentuk
kegiatan yang akan datang.
Berdasarkan dari beberapa pengertian perencanaan tersebut di atas, kiranya dapat dikatakan bahwa suatu tujuan akan berhasil dicapai bila terdapat perencanaan-perencanaan secara tertulis. Paling tidak, perencanaan tertulis itu banyak membuahkan hasil dalam suatu tujuan. Begitu pula dalam hal pembelajaran.
Berdasarkan dari beberapa pengertian perencanaan tersebut di atas, kiranya dapat dikatakan bahwa suatu tujuan akan berhasil dicapai bila terdapat perencanaan-perencanaan secara tertulis. Paling tidak, perencanaan tertulis itu banyak membuahkan hasil dalam suatu tujuan. Begitu pula dalam hal pembelajaran.
Bila ingin mencapai hasil yang inginkan dengan pembelajaran,
yang harus ditentukan terlebih dahulu adalah langkah-langkah mengenai apa-apa
yang akan, untuk siapa, dan bagaimana sistem pembelajaran yang baik. Akan
tetapi, sebelum jauh berbicara mengenai pembelajaran terlebih dahulu perlu
diungkap apa itu pembelajaran.
Secara sederhana pengertian pembelajaran dapat diartikan
sebagai pengusahaan untuk menanamkan pengertian dan pengetahuan terhadap
peserta didik supaya menjadi pandai. Jadi, pengertian pembelajaran hampir sama
dengan kata pendidikan.
Dalam "perencanaan pembelajaran berdasarkan pendektan
sistem", Oemar H Malik menjelaskan pengertian yang berbeda-beda antara
pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran. Istilah-istilah tersebut masing-masing
memiliki pengertian sendiri-sendiri, berbeda, tetapi berhubungan satu sama lain
mempunyai kaitan yang sangat erat. Dalam kamus asing, kita mengenal
istilah-istilah education, training instruction.
Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan dan
pengembangan kepribadian. Dengan demikian, pendidikan mengandung pengertian
yang lebih luas, sedangkan latihan lebih menekankan kepada pembentukan
keterampilan. Kedua istialah itu jelas berbeda. Namun demikian, pendidikan
kepribadian saja jelas kurang lengkap. Para siswa perlu juga memiliki
keterampilan. Dengan keterampilan, siswa dapat bekerja, berproduksi dan
menghasilkan hal-hal untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.
Poerwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia,
menjelaskan bahwa pembelajaran adalah cara (perbuatan dan sebagainya) mengajar
atau mengajarkan. Dalam bahasa Inggris adalah "instruction" yang
dalam hal ini berarti Dalam pembelajaran, (formulation
of goals is the
main thing and every process of
teaching is always geared to achieving the goals
set) perumusan
tujuan adalah hal yang utama dan setiap proses pembelajaran senantiasa
diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu proses pembelajaran
harus direncanakan.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas tentang
perencanaan dan pembelajaran, maka dapat kita gabungkan istilah tersebut
menjadi perencanaan pembelajaran. Dengan demikian, pengertian pererncanaan pembelajaran
adalah suatu antisipasi dan estimasi tentang apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran,
sehingga tercipta suatu situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar
mengajar yang dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan oleh guru.
Dalam "pengantar dedaktik metodik", disebutkan
bahwa perencanaan pembelajaran adalah pemikiran tentang penerapan
prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan tugas mengajar
dalam suatu situasi interaksi pembelajaran (interaksi guru-murid) tertentu yang
khusus, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun di luar kelas. Dan secara
khusus, rencana pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan suatu bentuk
model sistem perencanaan pembelajaran yang bersifat sistematis yang akan
digunakan sebagai kerangka kegiatan atau pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di kelas.
Dengan demikian, kajian mengenai rencana pembelajaran di
bidang Pendidikan Agama Islam merupakan suatu penelaahan terhadap
komponen-komponen kurikulum. Komponen-komponen tersebut mencakup tujuan, bahan,
strategi, evaluasi dan sejenisnya yang terinteraksi menjadi suatu sistem.
3. Bentuk-Bentuk Pembelajaran PAI
Seperti yang telah diuraikan di muka, bahwa perencanaan pembelajaran
khusus di bidang Pendidikan Agama Islam ditetapkan sekarang dan dilaksanakan
serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Dalam ilmu manajemen, perencanaan
tersebut memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
a. Tujuan
(objektif)
Merupakan suatu sasaran dimana
kegiatan itu diarahkan dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam
jangka waktu tertentu.
b.
Kebijakan (policy)
Yaitu suatu pernyataan atau
pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap
tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Karena kebijakan ini biasanya tidak
tertulis, maka seringkali sulit untuk difahami oleh para peserta didik.
c.
Strategi
Merupakan tindakan penyesuaian dari
rerncana yang telah dibuat. Disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi. Oleh
karena itu dalam membuat strategi haruslah memperhatikan beberapa faktor
seperti: ketepatan waktu mengajar, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan
sebagainya.
d.
Prosedur
Merupakan rangkaian tindakan yang
akan dilaksanakan untuk waktu mendatang. Ini lebih menitikberatkan pada suatu
tindakan.
e. Aturan
Merupakan suatu tindakan yang
spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f. Program
Yaitu campuran antara kebijakan
prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran;
semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan.
Dari semua bentuk-bentuk perencanaan tersebut satu sama lain
merupakan sistem saling terkait dalam satu kesatuan
C.
Sistem Pembelajaran PAI
1. Pendekatan Sistem Pembelajaran
PAI
Dalam berbagai kegiatan, khususnya proses pembelajaran, dewasa
ini pendekatan sistem (sistem approach) dipandang merupakan salah satu
pendekatan logis dan analitis terhadap berbagai bidang.
Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah
komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Dengan mengidentifikasi tujuan, dapat dianalisis komponen yang terdapt pada
sistem itu.
Gagasan inti filosofis adalah bahwa suatu sistem merupakan
kumpulan dari sejumlah komponen, yang saling berinteraksi dan saling
bergantungan satu sama lain. Untuk mengenal suatu sistem, kita harus mengenal
semua komponen yang beroperasi didalam. Perubahan suatu sistem harus dilihat
dari perubahan komponen-komponen tersebut. Kita tak mungkin mengubah suatu
sistem tanpa perubahan sistem secara menyeluruh. Sistem filosofis cenderung
untuk mengkondisikan pendekatan tertentu terhadap sistem adalah sensitivitas
terhadap hakikat sistemis dari kenyataan, sikap sensitive terhadap
fariabel-fariabel dalam sistem yang saling berinteraksi satu sama lain. Itu
sebabnya para perancang sistem harus bersikap rasional, senantiasa tanggap
terhadap kenyataan yang sesungguhnya.
Dalam pendekata sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam
harus bersifat komprehensip, intregated dan universal. Karena itu, secara
filosofis pendekatan sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat menolong
para perancang pendidikan dan orang-orang pikiran sehat terhadap proses
pendidikan. Ia seolah-olah menjadi acuan dalam memecahkan berbagai persoalan
dalam pendidikan dan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pendekatan secara
filosofis menjadi akar dari setiap permasalahan kependidikan.
Ada dua ciri pendekatan sistem pembelajaran Pendidikan Agama
Islam, yakni sebagai berikut:
1.
Pendekatan sistem merupakan suatu pendapat tertentu yang mengarah ke proses
belajar-mengajar. Proses belajar-mengajar adalah suatu penataan yang
memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain untuk memberikan
kemudahan bagi siswa belajar.
2.
Penggunaan metodologi khusus untuk mendesain sistem pembelajaran. Metodologi
khusus itu terdiri atas prosedur sistematik, perencanaan, perancangan,
pelaksanaan dan penilaian keseluruhan proses belajar mengajar. Dengan demikian,
pendekatan sistem merupakan suatu panduan dalam rangka merencanakan dan
menyelenggarakan pembelajaran.
Menurut Oemar H. Malik 920020, pendekatan ciri tersebut pada
hakikatnya sejalan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach).
Pendapat ilmiah ditandai oleh keyakinan tentang sebab akibat antara
peristiwa-peristiwa, konsep tentang zat yang tak dapat rusak, dan keteraturan
alam semesta.
2. Konsep Sistem Pembelajaran PAI
Sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu
kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material,
fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan. Sesuai dengan rumusan itu, orang yang terlibat dalam sistem pembelajaran
secara umum adalah siswa, pengajar (guru), dan tenaga lainnya, misalnya tenaga
yang membutuhkan dalam laboratorium. Meterial meliputi buku-buku, papan tulis,
kapur, fotografi, slide, film, audio, video tape.
Fasilitas dan perlengkapan terdiri atas ruangan kelas,
perlengkapan audiovisual, bahkan juga computer. Produser meliputi jadual dan
metode penyampain imformasi, penyedia untuk praktek, belajar, pengetesan dan
penentuan tingkat dan sebagainya.
Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang dan tingkat
keunikan. Sistem pembelajaran dapat dilaksnakan dalam membentuk membaca buku,
sistem belajar dikelas atau di sekolah, di perguruan tinggi, atau disebuah kota
maupun desa. Sistem pembelajaran senantiasa di tandai oleh organisasi dan
intraksi antar komponen untuk memdidik siswa.
3. Ciri-ciri Sistem Pembelajaran PAI
Berdasarkan rumusan di atas, ada tiga ciri khas yang
terkandung dalam sistem pembelajaran PAI, yaitu:
a.
Rencana; penataan internal orang, material, dan prosedur, yang merupakan unsur
sistem pembelajaran sesuai dengan suatu rencana.
b. Saling
ketergantungan (interdependent); unsur-unsur suatu sistem merupakan
bagian yang koheren dalam keseluruhan , masing-masing bagian bersifat esensial,
suatu sama lain saling memberikan suatu tertentu.
c. Tujuan;
setiap sistem pembelajaran memiliki tujuan tertentu. (every system
of teaching has
a specific
purpose),
Ciri itu menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan
sistem-sistem alami (natural). Sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem
peerintahan, semuanya memiliki tujuan. Sistem natural, sistem persyaratan pada
hewan, memiliki unsur-unsur yang saling bergantungan antara yang satu dengan
yang lain disusun dengan rencana tertentu.
Tujuan utama sistem pembelajaran secara umum adalah siswa
yang belajar. Tugas seorang perancang sistem adalah mengorganisasi orang,
material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Karena
itu, material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien. Karena itu,
melalui proses mendesain sistem, si perancang membuat rancangan keputusan atas
dasar pemberian kemudahan untuk mencapai tujuan.
Unsur-unsur minimal yang harus ada dalam sistem pembelajaran
adalah siswa, tujuan, dan prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Dalam konteks
ini, guru tidak termasuk sebagai unsur sistem, karena fungsinya mungkin dalam
kondisi tertentu dapat digantikan atau dialihkan kepada media lain sebagai
pengganti, seperti buku, film, slide, teks yang telah diprogram dan sebagainya.
Sebaliknya, administrator mungkin menjadi salah satu unsur sistem karena ada
kaitannya dengan prosedur perencanaan dan pelaksanaan sistem.
Fungsi guru dalam suatu sistem pembelajaran adalah sebagai
perancang dan sebagai guru yang mengajar (unsur suatu sistem). Pelaksanaan,
fungsi pertama, guru bertugas menyusun suatu sistem pembelajaran, sedangkan
pelaksanaannya mungkin digantikan atau dilaksanakan oleh tenaga lain atau
dengan media lainnya. Pelaksanaan fungsi kedua adalah guru berfungsi mendesain
sistem pembelajaran, sedangkan dia sendiri bertindak sebagai pelaksana. Fungsi
kedua itu memang wajar karena guru telah menguasai bidang pembelajaran.
Di samping itu, guru telah berpengalaman dalam hubungannya
dengan para siswanya dan menguasai prinsip-prinsip dan teknik pembelajaran.
Dalam hal itu, berarti guru mendesain dirinya sendiri dalam kerangka sistem
belajar yang dikembangkannya, (Oemar H. Malik, 2002: 12).
D.
Fungsi dan Tujuan Perencanaan Pembelajaran PAI
1. Fungsi Perencanaan Pembelajaran
PAI
Pada hakikatnya perencanaan pembelajaran secara umum mempunyai
dua fungsi pokok, yaitu:
a. Dengan
adanya perencanaan, maka pelaksanaan pembelajaran akan menjadi baik dan
efaektif. Maksudnya adalah, karena perencanaan atau persiapan tersebut, maka
seorang guru akan dapat memberikan pengetahuan yang baik. Karena ia dapat
menghadapi situasi di kelas dengan tegas dan mantap serta fleksibel.
b. Dengan
membuat perencanaan yang baik, maka seorang guru akan tumbuh dan berkembang
menjadi guru professional. Maksudnya adalah, karena dalam perbuatan perencanaan
yang baik, maka seorang guru yang baik adalah berkat pertumbuhan dan
perkembangan dari hasil pengalaman atau belajar yang continue, walaupun faktor
bakat sangat menentukan.
2. Tujuan Perencanaan Pembelajaran
PAI
Sesuai dengan fungsi perencanaan pembelajaran, maka tujuan
yang ingin dicapai perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Supaya
proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
b. Supaya
guru atau calon guru dapat menjadi guru yang professional khususnya dalam mendidik
dan memberikan pembelajaran kepada siswanya.
c. Agar
dalam proses belajar mengajar diperoleh hasil (out put) yang baik, oleh karena
itu harus menggunakan cara yang baik pula.
D. Penutup
Tujuan utama sistem pembelajaran secara umum adalah siswa
yang belajar. Tugas seorang perancang sistem adalah mengorganisasi orang,
material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Karena
itu, material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien. Karena itu,
melalui proses mendesain sistem, si perancang membuat rancangan keputusan atas
dasar pemberian kemudahan untuk mencapai tujuan.
Unsur-unsur minimal yang harus ada dalam sistem pembelajaran
adalah siswa, tujuan, dan prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Dalam konteks
ini, guru tidak termasuk sebagai unsur sistem, karena fungsinya mungkin dalam
kondisi tertentu dapat digantikan atau dialihkan kepada media lain sebagai
pengganti, seperti buku, film, slide, teks yang telah diprogram dan sebagainya.
Sebaliknya, administrator mungkin menjadi salah satu unsur sistem karena ada
kaitannya dengan prosedur perencanaan dan pelaksanaan sistem.
Poerwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia,
menjelaskan bahwa pembelajaran adalah cara (perbuatan dan sebagainya) mengajar
atau mengajarkan. Dalam bahasa Inggris adalah "instruction" yang
dalam hal ini berarti Dalam pembelajaran, (formulation
of goals is the
main thing and every process of
teaching is always geared to achieving the goals
set) perumusan
tujuan adalah hal yang utama dan setiap proses pembelajaran senantiasa
diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu proses pembelajaran
harus direncanakan
Daftar Pustaka
Abdul
Latief, 2006. Perencanaan Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Bandung. Pustaka Bani Quraisy.
Al-Hawari, As-Sayyid Mahmud. 1976.
Idaarah al-Asas wal Ushulil Ilmiyyah. Cet. II. Kairo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar