Selasa, 12 Maret 2013



METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN

A.  Pendahuluan
            Metode terkait dengan strategi pembelajaran yang sebaiknya dirancang agar proses belajar jalan mulus. Metode sendiri adalah cara-cara atau teknik yang dianggap jitu untuk menyampaikan materi ajaran. Dalam desain pembelajaran langkah ini sangat penting karena metode inilah yang menentukan situasi belajar yang sesungguhnya. Metode sebagai strategi pembelajaran biasa dikaitkan dengan media, dan waktu yang tersedia untuk belajar.Kadang metode dianggap sebagai strategi pembelajaran.
Adapun pembelajaran memiliki hakekat perencanaan dan perancangan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa itulah sebabnya metode pembelajaran sangat penting yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, yaitu salah satunya menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen. Dengan metode demonstrasi dan eksperimen ini akan lebih menarik perhatian siswa terhadap apa yang dipelajari siswa dan fokus pada satu titik pada bidang kajian dan kurikulum yakni mengenai apa isi pembelajaran yang harus dipelajari siswa agar dapat tercapainya tujuan.
B.  Pengertian Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya (Syaiful, 2008:210).
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan” (Muhibbin Syah, 2000:22).
Sementara menurut Syaiful Bahri Djamarah, (2000:2) bahwa “metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran”.
Menurut Syaiful (2008:210) metode demonstrasi ini lebih sesuai untuk mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan, suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan yang diharapkan.
Menurut Muhibbin Syah (1995: 208) Metode Pembelajaran Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Sedangkan menurut Aminuddin Rasyad (2002: 8) metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas.
Langkah-langkah dalam Metode Pembelajaran Demonstrasi
Menurut Hasibuan dan Mujiono (1993: 31) langkah-langkah metode Pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut:
  1. Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
  2. Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
  3. Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.
  4. Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.
  5. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan  dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
  6. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaanpertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
  7. Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:
·            Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
·            Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.
·            Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.
8.      Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan demonstrasi.
C. Hakikat Metode Demonstrasi
Secara bahasa demonstrasi adalah mempertontonkan, memperagakan, dan mempertunjukkan. Sedangkan menurut istilah metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas.
Perbedaan utama antara demonstrasi dan eksperimen terletak pada pelaksanaan. Demonstrasi hanya mempertunjukkan sesuatu proses di depan kelas secara lisan sedangkan eksperimen membuktikan melalui praktek. Dan dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi dan eksperimen dapat digabungkan, artinya setelah dilakukan demonstrasi kemudian diikuti dengan eksperimen. Penggunaan metode demonstrasi selalu diikuti dengan eksperimen. Apapun yang didemonstrasikan baik oleh guru maupun oleh siswa (yang dianggap mampu untuk melakukan demonstrasi) tanpa diikuti dengan eksperimen tidak akan mencapai hasil yang efektif.
D.  Tujuan dan Manfaat Metode Demonstrasi
Tujuan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, mengenai cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pembelajaran. Metode demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan dan kelekurangan.
Manfaat Metode Demonstrasi
Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah : 
1.                  Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
2.                  Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. 
3.                  Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa. 
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:211) kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi adalah sebagai berikut :
Kelebihan metode demonstrasi 
1.         Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingg hal yang penting itu dapat diamati secara teliti. Di samping itu, perhatian siswa pun lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar mengajar dan tidak kepada yang lainya.
2.         Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
3.         Ekonmis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu yang pendek.
4.         Dapat mengurangi kesalahan-kesalahn bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaan yang jelas dari hasil pengamatannya.
5.         Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banysk
6.         Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau keraguan dapat diperjelas waktu proses demonstrasi.
Kekurangan metode demonstrasi
1.        Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat atau mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan kadang-kadang terjadiperubahan yang tidak terkontrol.
2.        Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang khusus, kadang-kadang alat itu susah didapat. Demonstrasi merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati secara seksama.
3.        Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal ini banyak diabaikan oleh peserta didik.
4.        Tidak semua hal dapatdidemonstrasikan di kelas.
5.        Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang sangat minimum.
6.        Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan berbeda jika proses itu didemonstrasikan dalam situasi nyata atau sebenarnya.
7.        Agar demonstrasi mendapaptkan hasil yang baik diperlukan ketekitian dan kesabaran.
Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.
Metode demonstrasi baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proes mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu proses mengerjakan atau menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara engan cara lain dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. 
E. Materi Yang Cocok Untuk Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
1. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan metode yang cocok untuk di gunakan untuk memgembangkan siswa dalam memperagakan materi yang berkenaan dengan teori yang di aplikasikan dengan  praktikum, misalnya pada mata pelajaran fiqih pada bab wudlu serta sholat.
2. Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan  metode yang cocok digunakan ketika siswa telah memperoleh teori-teori, pengaplikasian, atau pejelasan dari guru, misalnya setelah para siswa memperoleh penjelasan dari guru tentang wudlu dan sholat kemudian para siswa mencoba proses wudlu dan sholat tersebut.
F. Peran Guru Dalam Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
            Dalam metode demonstrasi guru berperan menyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan serta didukung dengan penjelasan lisan oleh guru.
            Kemudian peranan guru dalam metode eksperimen adalah memberi bimbingan agar eksperimen itu dilakukan dengan teliti sehingga tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan.
Adapun peran-peran guru adalah sebagai berikut :
1. Sebagai perencana
Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen, guru membuat rencana pengajaran yang meliputi: mempersiapkan alat-alat yang diperlukan dan tempat duduk siswa, menciptakan kondisi belajar siswa untuk melaksanakan demonstrasi dn eksperimen.
2. Sebagai pengajar
Dalam hal ini guru memberikan penjelasan dan mendemonstrasikan sesuatu prosedur atau proses, mengusahakan seluruh siswa agar dapat mengikuti atau mengamati demonstrasi dengan baik serta memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba melakukan sendiri sehingga siswa merasa yakin tentang kebenaran suatu proses.

3.Sebagai evaluator
Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen, guru sebagai evaluator, yaitu menilai sejauh mana hasil demonstrasi dan eksperimen yang dipahami siswa.
G. Peran Siswa Dalam Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
1.        Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen, siswa sebagai subyek didik yang terlibat aktif diberi kesempatan untuk mencoba melakukan sendiri  agar siswa merasa yakin tentang kebenaran suatu proses.
2.        Setelah guru selesai mendemonstrasikan materi yang di sampaikan maka tugas siswa adalah membuat kesimpulanhasil demonstrasi.
3.        Dalam proses belajar mengajar  peran siswa hanya sekadar memerhatikan, karena demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret.

G. Kelebihan Dan Kelemahan Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
1.      Demonstrasi
Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1.       Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2.       Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
3.       Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.
Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, di antarannya:
  1. Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.
  2. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.
2.      Eksperimen
Kelebihan metode eksperimen yaitu:.
1.       Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan
2.       Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik.
Kekurangan metode eksperimen yaitu:
1.      Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini
2.      Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kurang hanya memperoleh hasil yang minim.


H. Contoh Penerapan Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
            Beberapa hal yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh seorang guru dalam menerapkan metode demonstrasi dan eksperimen yang dengan melalui  Langkah-langkah sebagai  berikut :
1.  Persiapan
Jenis kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap ini adalah menciptakan kondisi belajar siswa untuk melaksanakan demonstrasi dengan menyediakan alat-alat demonstrasi dan tempat duduk siswa.
2.  Pelaksanaan
Jenis kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap ini adalah:
a.       Menjelaskan dan mendemonstrasikan sesuatu prosedur atau proses.
b.      Usahakan seluruh siswa dapat mengikuti atau mengamati demonstrasi dengan baik.
c.       Beri penjelasan yang padat tapi singkat.
3. Evaluasi atau tindak lanjut
Jenis kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap ini adalah:
a.       Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba melakukan sendiri (eksperimen).
b.      Membuat kesimpulan hasil demonstrasi.
I. Contoh RPP Yang Menggunakan Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
Mata pelajaran : Fiqih
Kelas / semester : VII/1 (gasal)
Materi Pokok : Wudlu
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit(1 kali pertemuan)
1.            Standar Kompetensi
1.1  Memahami tata cara serta ketentuan-ketentuan dalam wudlu.
2.            Kompetensi Dasar
2.1  mengetahui tata cara wudlu.
2.2  mengetahui  ketentuan-ketentuan dalam wudlu.
 3.            Indikator
3.1  Mampu menjelaskan tata cara yang baik dan benar dalam berwudlu.
3.2  Mampu mempraktekkan tata cara berwudlu yang baik dan benar.
3.3  Mampu menghafalkan do’a dalam berwudlu maupun setelah berwudlu.
3.4  Mampu menjelaskan hal-hal yang membatalkan wudlu.
4.      Tujuan Pembelajaran 
4.1  Setelah mengikuti pelajaran ini, peserta didik dapat memahami dan mampu mempraktekkan tata cara berwudlu yang benar serta mampu menghafalkan do’a dalam berwudlu maupun setelah berwudlu.
4.2  Peserta didik dapat mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan wudlu.
5.       Materi Pembelajaran
5.1 Tata cara berwudlu.
5.2 Ketentuan-ketentuan dalam berwudlu.
6.      Metode Pembelajaran
6.1 Demonstrasi
       Metode ini digunakan agar peserta didik mampu memperagakan langsung bagaimana tata cara berwudlu dan berdo’a ketika dalam keadaan berwudlu dan setelah berwudlu.
6.2 Eksperimen
       Metode ini digunakan untuk percobaan tata cara berwudlu yang baik dan benar.
J.      Kegiatan Pembelajaran
v  Pertemuan Pertama
NO.
Kegiatan
Uaraian Kegiatan
Waktu
1.
Kegatan awal
ü  Guru memberikan salam.
ü  Guru menyapa dan mengapsen siswa.
ü  Memulai pelajaran dengan membaca basmalah.
ü  Guru melakukan apersepsi.


10 Menit
2.
Kegiatan Inti
ü  Guru menerangkan secara singkat tentang tata cara dan ketentuan dalam berwudlu.
ü  Guru memperagakan tata cara berwudlu yang benar dan meminta peserta didik mengikutinya.
ü  Guru menjelaskan secara singkat tentang hal-hal yang dapat membatalkan wudlu.
ü  Guru menanyakan kepada peserta didik tentang apa fungsi dan hikmah wudlu lalu menjelaskannya dengan singkat.


20 Menit
3.
Kegiatan akhir
Melakukan refleksi tentang hasil proses kegiatan belajar mengenai tata cara berwudlu dengan memberi pertanyaan kepada satu atau dua siswa sebagai cermin.
Guru memberikan tugas untuk menghafalkan niat dan do’a berwudlu.
Menutup pelajaran dengan mebaca hamdallah.



10 Menit
v  Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua selama 40 Menit digunakan untuk penilaian tentang hafalan mengenai do’a wudlu.
v  Sumber Belajar
1.      Kitab Fasholatan KH. Minan Zuhri diterbitkan Menara Kudus, Kudus
2.      Buku-buku lain yang relevan.
v  Penilaian
Tes lisan dan hafalan.
K.  Penutup
            Dari pembahasan makalah mengenai metode demonstrasi dan eksperimen diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:          
1.      Metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas.
2.      Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
3.      metode demonstrasi dan eksperimen dapat digabungkan, artinya setelah dilakukan demonstrasi kemudian diikuti dengan eksperimen, penggunaan metode demonstrasi selalu diikuti dengan eksperimen.
4.      Metode demonstrasi merupakan metode yang cocok untuk di gunakan untuk memgembangkan siswa dalam memperagakan materi yang berkenaan dengan teori yang di aplikasikan dengan  praktikum.
5.      Metode eksperimen merupakan  metode yang cocok digunakan ketika siswa telah memperoleh teori-teori, pengaplikasian, atau pejelasan dari guru.
DAFTAR PUSTAKA
1.      Tim Redaksi KBBI. 2007.Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
2.      Rosyad, Aminudin. 2002. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
3.      Sukardi, Ismail. 2011. Model dan Metode Pembelajaran Modern: Suatu Pengantar. Palembang: Tunas Gemilang Press.
5.      Sudjana, Nana. 2009. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
6.      Arief, Armai. 2002.  Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers
  1. Purba, Hartono (2007). Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar  Siswa. Skripsi. Medan : FT. UNIMED.
  2. Bahri, Syaiful & Zain, Aswan (2005). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
  3. Sagala, Syaiful (2006). Konsep dan Makna Pembelajaran. Jakarta : Alfabeta.
  4. Syah, Muhibbin (2003). Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
  5. J.J. Hasibuan dan Mujiono. (1993). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
12.  Rosyad, Aminudin. (2002). Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara
13.  Syah, Muhibbin. (1995). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar